Tahukah Kalian, Dimana dia??

0 komentar
Kembali kukatakan..bahwa berbagi kebahagiaan adalah hal yang paling indah dalam bersaudara, yang sempit jadi lapang, yang susah jadi mudah, yang berat jadi ringan. Oleh itu rasanya sangat pantas kesyukuran kita pada Allah yang telah memberi nikmat kemudahan untuk berbagi dan kepada Saudara yang telah memudahkan kita pula meraih kebahagiaan. Bukankah tidak bersyukur seseorang kepada Allah jika dia tidak mensyukuri manusia..

Terkhusus untuk saudariku seperjuangan, yang selalu menyertai langkahku saat ini, senantiasa membagi kebahagiaannya, dan selalu mampu membuatku tersenyum..kuberikan bingkisan tak berarti ini, sebuah syair..indah menurutku ( entah menurutnya), moga difahami maknanya.

tahukah engkau, di mana ia bersemayam?
dialah saudaramu...ke mana ia melangkah?
sanggupkah matamu memandangnya?
sedang matanya tak sanggup menatapmu?
saudaramu hidup laksana sejarah
berjalan beriringan mengikuti langkahmu
tanpa bahasa yang dapat menyapa
bercucur air mata jika bersua
jika bumi menghimpitmu
hanya hatinya tempat mengadu
dia bermurah hati tanpa pamrih
memupus duka nestapa yang kau derita
dia memikul beban berat tanggunganmu
ketika letih pilu merasuk kedua bahumu
jika bumi menghimpitmu
hanya hatinya tempat mengadu
setelah pada Rabb mu
dia selimutkan tirai di sekujur tubuhmu
ketika syaitan datang memperdayamu
dia tersenyum bangga dengan ranum buah akhindit
dia bahagia pula dengan kesuburan
ladang dunia saudaranya
jika bumi menghimpitmu
hanya hatinya tempat mengadu
setelah Rabb mu
************************************

Dan sebagai penghargaan Qurrata~A'yun akan berartinya ikatan ukhuwah dalam hidup ini, maka InsyaALLAH akan memposting beberapa pembahasannya di blog ini,yang akan disadur dari kitab karya Abu 'Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah, moga dinilai sebagai satu usaha oleh ILAHI untuk memperkuat nikmat indah ini.


Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

Mari Berbagi Kebahagiaan

0 komentar
Bayangkan,hidup akan terasa lebih indah jika kita mau berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar kita. Senyum ramah dan manis senantiasa menghiasi wajah yang kita temui.Sapaan yang akrab akan sering terdengar di telinga kita. Keakraban akan semakin dekat,sehingga semangat tolong menolong dan kebersamaan begitu terasa.

Ahh..Itu hanya angan-angan belaka..Itu terserah pada Anda apakah Anda ingin mewujudkannya atau tidak.Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba,memberikan kontribusi kesejukan walaupun setetes.Bisa jadi yang setetes itu memberikan manfaat yang baik bagi diri kita maupun orang-orang di sekitar kita.Tidak ada usaha yang sia-sia.Selalulah berbagi kebahagiaan dengan orang lain.Karena setelah membaca tulisan ini Anda akan menjadi orang yang lebih sering gembira dan bahagia.Bagikanlah...slah satu caranya adalah dengan mengirimkan tulisan ini untuk orang yang Anda kenal atau tidak Anda kenal...

Salam bahagia selalu...





Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

REHAT SEJENAK

1 komentar


Saudaraku Seiman..
Kita sadari hidup ini begitu penuh dengan kerumitan, yang tak kunjung
Lenyap dengan keluhan dan berhenti
Karena semuanya butuh pergerakan, apakah kita menghindar atau menyelesaikan.
Itu keharusan. Bukan paksaan.

Kini Saudaraku..
Beratkah engkau menjalaninya atau sulit bagimu mengambilnya
Sebagai bagian dari jalan hidupmu…
Itu yang harus engkau renungkan
Maka, rehatlah sejenak
Kenali dirimu dan kenali dirinya

Lalu Saudaraku…
Kala semuanya cukup jelas bagimu, maka yakinlah bahwa
Bagaimanapun hadirnya, dialah taqdirmu
Yang tak mungkin kau elakkan
Tak mungkin kau lalaikan

Karena Saudaraku…
Cukup banyak yang menipu dirimu masa ini
Maka rehatlah sejenak
Karena engkau, saya, dan kita semua membutuhkannya
Sejenak…sejenak saja
Lalu kita kembali pada dimensi nyata, menyelesaikan semuanya.


syair ini...dalam perenungan yang sejenak


1 comment

Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

Filososfi Yang Menakjubkan

0 komentar
SubhanalLAH saya paling terkesan mendengar atau membaca filosofi-filosofi yang beredar di masa dulu maupun sekarang ,banyak hal yang bisa dijadikan hikmah di dalamnya,pun filosofi yang akan kupaparkan berikut ini, sungguh menakjubkan…

Al kisah seorang professor berdiri di depan kelas memberi pelajaran pada muri-muridnya. Beliau pun menggunakan alat peraga yang berbentuk sebuah tabung atau bisa disebut botol kaca yang cukup besar. Kemudian dimasukkannya bola-bola golf di dalam botol tersebut hingga penuh..kemudian bertanya pada murid-muridnya ,“ Apakah botol ini bisa dikatakan penuh?” di jawablah oleh murid-muridnya “ Iya, botol itu penuh “.

Lalu dikeluarkannya bola-bola tersebut dari dalam botol kemudian diisinya dengan batu-betu kerikil kecil hingga penuh,lalu bertanya kembali ,“ Apakah botol ini bisa dikatakan penuh?” dijawab lagi oleh murid-muridnya “ iya botol itu bisa dikatakan penuh “.

Berikutnya batu-batu tersebut diganti dengan pasir, hingga botol itu penuh,kemudian pertanyaan yang sama dilayangkan pada murid-muridnya dan dijawab dengan jawaban yang sama pula. Terakhir dituangkannya secangkir kopi ke dalam botol tersebut, sampai murid-murdnya tertawa melihat apa yang tengah dikerjakan professor.
Setelah itu, bertanyalah professor “ Apakah kalian tahu makna dari apa yang kulakukan tadi?”. Semua murudnya menjawab “ Tidak”.

Katanya…Botol kaca ini ibarat kehidupan kita..Sedangkan bola-bola golf tadi adalah hal-hal yang sangat penting dalam hidup, hingga jika memasukkannya dalam hidup kita maka sungguh dia telah memenuhi hidup ini, sampai penuh.
Batu kerikil tadi ibarat hal-hal yang penting tapi bukan prioritas dalam hidup kita, hingga jika kita memasukkannya maka diapun telah memenuhinya hingga tak ada tempat untuk hal-hal yang sangat prioritas dalm hidup.

Adapun pasir ibarat hal-hal yang tidak penting dan sekedar kebutuhan kesenangan kita saja, kalau kita memasukkannya dalam hidup maka diapun bisa memenuhinya hingga hal-hal yang sangat penting bahkan hal-hal yang penting tak bisa lagi masuk ke dalamnya. Bisa kita bayangkan bahwa hidup kita hanya terisi hal-hal yang memenuhi kesenangan kita tapi sangat tidak penting.

Tapi… kalau kita memasukkan bola golf tadi, adakah cela untuk kerikil dan pasir???jelas iya. Maka ketika kita mendahulukan kepentingan-kepentingan prioritas yang bermanfaat dalam hidup kita maka tentu kebutuhan yang lain bahkan kesenangan bisa mengisi kehidupan kita. Itulah pelajaran yang bisa kita ambil dari filosofi ini.
Lalu murid-muridnya bertanya..kopi tadi bermakna apa???? Jawabnya…dalam hidup ini…jangan lupa minum kopi… :D

Kala batin mengatakan hidup sangat berarti...Daurah Tadribiyyah Jum'at,150509





Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

Berbuat Lebih untuk Mendapat Lebih

0 komentar
Untuk menjadi anggota pasukan khusus, seorang prajurit harus melewati gemblengan dan serangkaian ujian sangat berat. Latihan-latihan yang mereka laksanakan cenderung keras, menakutkan dan berisiko. Tidak hanya risiko terluka, cacat, bahkan risiko kematian harus mereka hadapi. Sulit sekali prajurit "biasa-biasa" yang latihannya biasa-biasa dapat menjadi anggota pasukan khusus.

Saudaraku... untuk menjadi manusia hebat, kita harus mau melakukan hal lebih dari biasanya. Untuk menjadi anggota Kopasus saja, latihannya demikian serius, apalagi kalau kita ingin menjadi hamba pilihan di hadapan Allah 'Azza wa Jalla. Kita harus mau berbuat lebih dari sekadar biasa-biasa saja. Kalau shalat, lakukanlah shalat terbaik, awali dengan wudhu terbaik, tepat waktu, di masjid, berjamaah, shaf terdepan (khususnya untuk laki-laki), khusyuk, menggunakan pakaian yang baik dan bersih, wangi-wangian. Lengkapi pula shalat fardhu kita dengan shalat rawwatib. Sangat wajar kita melakukan yang terbaik, bukankah kita akan menghadap Dzat Yang Mahasempurna?

Kalau berzikir, lakukanlah zikir terbaik, jangan asal-asalan. Libatkan hati dan perasaan, jangan sekadar lisan saja. Kalau membaca Alquran, lakukan dengan cara terbaik, tartil dan penuh penghormatan, walau kita tidak paham artinya. Kalau bersedekah, lakukanlah sedekah terbaik, penuh keikhlasan, tidak menyakiti yang diberi. Kalau bekerja, lakukanlah dengan cara terbaik, tidak asal-asalan dan menunda-nunda. Jadilah kita seorang profesional atau seorang expert (ahli).

Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak beramal atau sekadar melakukan yang biasa-bisa saja. Sebab Allah 'Azza wa Jalla telah menganugerahi kita beragam kelebihan dan potensi diri yang luar biasa. Bukankah kita diciptakan sebagai makhluk terbaik? Sebagaimana difirmankan dalam Alquran, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS At Tiin [95]: 4).

Bahkan seorang saleh, Abu Tammam namanya, menyebut ketidaksungguhan sebagai aib yang sulit dimaafkan. Ia berkata, "Tidak ada aib yang kutemukan dalam diri manusia, melebihi aib orang-orang yang sanggup menjadi sempurna, namun tidak mau menjadi sempurna".

Saudaraku... mengapa Rasulullah ShallalLAHU 'alaihi wa Sallam dan para sahabat menjadi manusia-manusia unggul--yang disegani manusia dan disayangi Allah? Salah satu sebabnya, mereka mau berbuat lebih dan selalu berusaha melakukan amal terbaik. Akhirnya, mereka pun mendapat karunia lebih. Semoga kita bisa meneladani mereka. Amin

Tulisan ini bersumber dari Taushiyyah AA Gym, BaarakalLAHU fihi



Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

DAHSYAT...

1 komentar

DAHSYAT...tapi tidak dahsyat
tak ada lagi kata hanya kelu
tanpa perlu dimaknai apa artinya...

SubhanalLAH, kala alur harus terlewati, tak mungkin terhindarkan
tapi memang semuanya begitu dahsyat
tak pernah dan tak layak adanya
simpulan gundah yang nyata..yah nyata
kisah yang sulit digambarkan

Hikmahnya ada pada jiwa yang menggambarkannya
ada pelajaran untuk tempaan
yang HARUS bisa ditanamkan pada seluruh sendi jiwa
mau atau tidak
tak ada pilihan untuk seorang yang mengaku BISA
bukankah demikian???

Selayaknya kita melaluinya dengan ketenangan
yang tak boleh berlabuh
terus harus menaikkan layarnya
sampai tak ada kata lagi setelah kata
sampai tak ada lagi rasa setelah rasa
sampai tujuan sampai pada singgasananya

Itulah perjuangan seorang hamba
yang yakin pada cinta RABBnya
tak ada penyerahan hakiki selain padaNYA
maka saatnya kita berseru...ALLAHUl MUSTA'ANU





1 comment

Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

Untukmu yang kucintai...

5 komentar
Ilahi...Kuawali tulisan ini dengan gemuruh di dada, terkenang semua kisah yang tlah mengalir dalam alur kehidupanku. Bukan apa-apa..mungkin tak istimewa..ataupun mendapat predikat luar biasa..namun karena-MU Ya ILAHI...tersentuh hati ini menemukan segores tulisan yang menggambarkan kecintaan luar biasa yang pernah di hadirkan di dunia ini, maka dengan jiwa besar Qurrata~A'yun menyadurnya sebagai hadiah tak layak namun insyaALLAH menoreh arti besar untuk semua orang yang pernah dan sekarang hadir dalam hatiku..dan ditaqdirkan menjadi orang yang kucintai..karena-NYA.

Ketika Rasulullah berada di hadapan,
Ku pandangi pesonanya dari kaki hingga ujung kepala
Tahukah kalian apa yang terjelma?
Cinta!

(Abu Bakar Shiddiq RadhiyalLAHU 'anhu)

Gua Tsur.
Wajah Abu Bakar pucat pasi. Langkah kaki para pemuda Quraisy tidak lagi terdengar samar.
Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar.
“Wahai Rasul Allah, jika mereka melihat ke kaki-kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua”. Rasulullah memandang Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar “Janganlah engkau kira, kita hanya berdua.
Sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan maha, Allah”.
Sejenak ketenangan menyapa Abu Bakar. Sama sekali ia tidak mengkhawatirkan keselamatannya. Kematian baginya bukan apa-apa, ia hanya lelaki biasa. Sedang, untuk lelaki tampan yang kini dekat di sampingnya, keselamatan di atas mati dan hidupnya. Bagaimana semesta jadinya tanpa penerang. Bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama.
Bagaimana dunia tanpa benderang penyampai wahyu. Sungguh, ia tak gentar dengan tajam mata pedang para pemuda Quraisy, yang akan merobek lambung serta menumpahkan darahnya. Sungguh, ia tidak khawatir runcing anak panah yang akan menghunjam setiap jengkal tubuhnya. Ia hanya takut, Muhammad, ya Muhammad.. mereka membunuh Muhammad.

***
Berdua mereka berhadapan, dan mereka sepakat untuk bergantian berjaga. Dan keakraban mempesona itu bukan sebuah kebohongan. Abu Bakar memandang wajah syahdu di depannya dalam hening. Setiap guratan di wajah indah itu ia perhatikan seksama. Aduhai betapa ia mencintai putra Abdullah. Kelelahan yang mendera setelah berperjalanan jauh, seketika seperti ditelan kegelapan gua. Wajah di depannya yang saat itu berada nyata, meleburkan penat yang ia rasa. Hanya ada satu nama yang berdebur dalam dadanya. Cinta.

Sejeda kemudian, Muhammad melabuhkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar. Dan seperti anak kecil, Abu Bakar berenang dalam samudera kegembiraan yang sempurna. Tak ada yang dapat memesonakannya selama hidup kecuali saat kepala Nabi yang ummi berbantalkan kedua pahanya. Mata Rasulullah terpejam. Dengan hati-hati, seperti seorang ibu, telapak tangan Abu Bakar, mengusap peluh di kening Rasulullah. Masih dalam senyap, Abu Bakar terus terpesona dengan sosok cinta yang tengah beristirahat diam di pangkuannya. Sebuah asa mengalun dalam hatinya “Allah, betapa ingin hamba menikmati ini selamanya”.

Nafas harum itu terhembus satu-satu, menyapa wajah Abu Bakar yang sangat dekat. Abu Bakar tersenyum, sepenuh kalbu ia menatapnya lagi. Tak jenuh, tak bosan. Dan seketika wajahnya muram. Ia teringat perlakuan orang-orang Quraisy yang memburu purnama Madinah seperti memburu hewan buruan. Bagaimana mungkin mereka begitu keji mengganggu cucu Abdul Muthalib, yang begitu santun dan amanah. Mendung di wajah Abu bakar belum juga surut. Sebuah kuntum azzam memekar di kedalaman hatinya, begitu semerbak. “Selama hayat berada dalam raga, aku Abu Bakar, akan selalu berada di sampingmu, untuk membelamu dan tak akan membiarkan sesiapapun menganggumu”.

Sunyi tetap terasa. Gua itu begitu dingin dan remang-remang. Abu Bakar menyandarkan punggung di dinding gua. Rasulullah, masih saja mengalun dalam istirahatnya. Dan tiba-tiba saja, seekor ular mendesis-desis perlahan mendatangi kaki Abu Bakar yang terlentang. Abu Bakar menatapnya waspada, ingin sekali ia menarik kedua kakinya untuk menjauh dari hewan berbisa ini. Namun, keinginan itu dienyahkannya dari benak,tak ingin ia mengganggu tidur nyaman Rasulullah. Bagaimana mungkin, ia tega membangunkan kekasih itu.

Abu Bakar meringis, ketika ular itu menggigit pergelangan kakinya, tapi kakinya tetap saja tak bergerak sedikitpun. Dan ular itu pergi setelah beberapa lama. Dalam hening, sekujur tubuhnya terasa panas. Bisa ular segera menjalar cepat. Abu Bakar menangis diam-diam.

Rasa sakit itu tak dapat ditahan lagi. Tanpa sengaja, air matanya menetes mengenai pipi Rasulullah yang tengah berbaring. Abu Bakar menghentikan tangisannya, kekhawatirannya terbukti, Rasulullah terjaga dan menatapnya penuh rasa ingin tahu.
“Wahai hamba Allah, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini”
suara Rasulullah memenuhi udara Gua.
“Tentu saja tidak, saya ridha dan ikhlas mengikutimu kemana pun” potong Abu Bakar masih dalam kesakitan.
“Lalu mengapakah, engkau meluruhkan air mata?”
“Seekor ular, baru saja menggigit saya, wahai putra Abdullah, dan bisanya menjalar begitu cepat”
Rasulullah menatap Abu Bakar penuh keheranan, tak seberapa lama bibir manisnya bergerak
“Mengapa engkau tidak menghindarinya?”
“Saya khawatir membangunkan engkau dari lelap” jawab Abu Bakar sendu. Sebenarnya ia ini menyesal karena tidak dapat menahan air matanya hingga mengenai pipi Rasulullah dan membuatnya terjaga.
Saat itu air mata bukan milik Abu Bakar saja. Selanjutnya mata Al-Musthafa berkabut dan bening air mata tergenang di pelupuknya. Betapa indah sebuah ukhuwah.

“Sungguh bahagia, aku memiliki seorang seperti mu wahai putra Abu Quhafah. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi balasan”. Tanpa menunggu waktu, dengan penuh kasih sayang, Al-Musthafa meraih pergelangan kaki yang digigit ular. Dengan mengagungkan nama Allah pencipta semesta, Nabi mengusap bekas gigitan itu dengan ludahnya. Maha suci Allah,seketika rasa sakit itu tak lagi ada. Abu Bakar segera menarik kakinya karena malu. Nabi masih memandangnya sayang.
“Bagaimana mungkin, mereka para kafir tega menyakiti manusia indah seperti mu.
Bagaimana mungkin?” nyaring hati Abu Bakar kemudian.
Gua Tsur kembali ditelan senyap. Kini giliran Abu Bakar yang beristirahat dan Rasulullah berjaga. Dan, Abu Bakar menggeleng kuat-kuat ketika Rasulullah menawarkan pangkuannya.
Tak akan rela, dirinya membebani pangkuan penuh berkah itu.

***


Kita pasti tahu siapa Abu Bakar. Ia adalah lelaki pertama yang memeluk Islam dan juga salah satu sahabat terdekat Rasulullah. Dari lembar sejarah, kita kenang cinta Abu Bakar kepada Al- Musthafa menyemesta. Kisah tadi terjadi pada saat ia menemani Rasulullah berhijrah menuju Madinah dan harus menginap di Gua Tsur selama tiga malam. Menemani Nabi untuk berhijrah adalah perjalanan penuh rintang. Ia sungguh tahu akibat yang akan digenggamnya jika misi ini gagal. Namun karena cinta yang berkelindan di kedalaman hatinya begitu besar, Abu Bakar dengan sepenuh jiwa, raga dan harta, menemani sang Nabi pergi.

Dia terkenal karena teguh pendirian, berhati lembut, mempunyai iman yang kokoh dan bijaksana. Kekokohan imannya terlihat ketika Madinah kelabu karena satu kabar, Nabi yang Ummi telah kembali kepada Yang Maha Tinggi. Banyak manusia terlunta dan larut dalam lara yang sempurna. Bahkan Umar murka dan tidak mempercayai kenyataan yang ada. Saat itu Abu Bakar tampil mengingatkan seluruh sahabat dan menggaungkan satu khutbah yang mahsyur “Ketahuilah, siapa yang menyembah Muhammad, maka ia telah meninggal dunia.

Dan sesiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah tidak mati”.
Kepergian sang tercinta, tidak menyurutkan keimanan dalam dadanya. Ketiadaan Rasulullah, jua tak memadamkan gebyar semangat untuk terus menegakkan pilar-pilar Islam yang telah dipancangkan. Pada saat menjabat khalifah pertama, ia dengan gigih memerangi mereka yang enggan berzakat. Tidak sampai di situ munculnya beberapa orang yang mengaku sebagi nabi, sang khalifah juga berlaku sama yaitu mengirimkan pasukan untuk mengajak mereka kembali kepada kebenaran. Sesungguhnya pribadi Abu Bakar adalah lemah lembut, namun ketika kemungkaran berada dihadapannya, ia berlaku sangat tegas dalam memberantasnya.

Abu Bakar wafat pada usia 63 tahun, pada saat perang atas bangsa Romawi di Yarmuk berkecamuk dengan kemenangan di tangan Muslim. Sebelum wafat, ia menetapkan Umar sebagai penggantinya. Jenazahnya dikebumikan di sebelah manusia yang paling dicintainya, yaitu makam Rasulullah. Hidup Abu Bakar berhenti sampai di sana, namun selanjutnya manusia yang menurut Rasulullah menjadi salah seorang yang dijamin masuk surga, terus saja mengharumkan sejarah sampai detik sekarang. Ia mencintai Nabinya melebihi dirinya sendiri. Tidakkah itu mempesona?

Saudaraku..Demi ALLAH kuingin cinta kita seperti kisah sejarah yang abadi ini...karena-NYA pula kuucapkan..Sungguh kumencintaimu...



5 comments

Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

Jadikan Hidup Lebih Hidup

0 komentar
Tidak ada orang yang bisa memiliki motivasi lebih baik dari memotivasi dirinya sendiri. Motivasi diri sendiri seperti ini datang dari diri kita sendiri bukan dari orang lain.Kebahagiaan,kesuksesan, keberhasilan hidup semuanya adalah usaha dari diri kita sendiri, makanya Sodaraku...saatnya memotivasi diri kita tingkatkan saat ini!!!

1. Melakukan refleksi terhadap apa yang akan kita capai lalu menuliskannya di selembar kertas.

Untuk bisa melakukan motivasi terhadap diri kita, kita harus tahu apa tujuan yang ingin kita capai. Lalu kita harus mengembangkan perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Jalan mana yang akan kita pilih, haruslah mendukung dan sesuai logika. Kita tidak bisa memilih jalan yang kita sendiri tahu bahwa kita tidak akan sanggup menjalaninya. Akhirnya yang akan kita temui adalah kegagalan dan keputusasaan sebelum kita mampu mencapai tujuan kita tersebut.
Setelah kita menuliskan tujuan kita bersama dengan rencana yang kita buat untuk mencapainya, tempelkan kertas tersebut di tempat yang akan sering kita lihat setiap saat. Bisa di cermin dalam kamar, di lemari, di dinding, atau dimanapun yang menurut kita akan membuat kita sering melihat dan membacanya. Setiap hari paling tidak kita harus melihat dan membacanya sekurangnya 5 kali. Hal ini kita lakukan agar kita selalu teringat dengan tujuan yang ingin kita capai.
Setiap hari kita juga harus mencatat apa saja hal yang telah kita lakukan untuk semakin mendekatkan kita dengan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan begitu kita bisa menyadari dan merasakan apakah tujuan itu masih jauh, semakin dekat atau hampir tercapai.

2. Berhentilah menunda


Menunda-nunda adalah hal yang bisa membunuh impian kita. Juga mampu membunuh motivasi dalam diri kita sendiri. Tetapkan batas waktu untuk mencapai satu tujuan, dan berpeganglah dengan batas waktu yang kita tentukan sendiri. Dengan memiliki perasaan dikejar batas waktu, kita juga akan lebih fokus dan berusaha untuk memenuhi tujuan tersebut. Namun berhati-hatilah dengan menentukan batas waktu, jangan sampai waktu yang kita tentukan sendiri membuat kita stres dan frustasi, sehingga malah merusak mental dan pikiran kita. Pikirkanlah batas waktu yang tepat dan tetap membuat anda nyaman dalam menjalaninya. Terburu-buru juga bukanlah hal yang baik.

3. Menghadiahi diri sendiri

Setiap orang merasa senang bila diberikan hadiah atau penghargaan ketika menyelesaikan sesuatu atau tujuan tertentu. Jadi cobalah untuk memberikan hadiah atau menghargai diri kita sendiri ketika kita menyelesaikan satu bagian dalam perencanaan kita untuk mencapai tujuan akhir kita. Hal ini membuat kita akan memiliki harapan untuk bisa menyelesaikan bagian-bagian berikutnya untuk memperoleh hadiah yang lebih baik. Kita bisa coba berjanji pada diri sendiri, misalnya ; kita tidak akan membeli baju baru sampai salah satu rencana kita selesai. Jadi ketika rencana tersebut selesai kita akan memiliki rasa bangga pada diri sendiri.
Ingat juga, setelah kita menyelesaikan satu rencana cobalah membuat rencana baru lagi dan pastikan batas waktunya. Orang yang sukses akan selalu mencari cara untuk mengembangkan diri mereka dan kehidupan mereka.

4. Bersenang-senanglah

Dalam melakukan pekerjaan kita sering dihadapkan dengan masalah ataupun beban pikiran yang berat, jadi rasa humor yang cukup bisa menjadi salah satu kunci untuk sukses. Cobalah untuk tidak terlalu berat memikirkan masalah dan pekerjaan. Belajarlah untuk menikmati apa yang kita lakukan setiap hari, sehingga kita bisa tetap termotivasi dan merasa antusias. Dan dengan tetap memiliki perasaan tersebut, kita bisa membantu diri sendiri mengontrol tingkat stres yang kita miliki.
Motivasi diri sendiri memiliki keuntungan tersendiri dan juga memacu diri kita untuk bisa lebih berkembang, lebih baik, dan mengarah pada kesuksesan.
Dengan memotivasi diri sendiri, berarti kita juga bisa menciptakan jalan-jalan baru untuk melangkah mencapai tujuan kita.

Sungguh beruntunglah seorang hamba yang senantiasa bisa memotivasi dirinya lalu dia menemukan kebahagiaan setelahnya dan dia mensyukuri nikmat-NYA. Salam penuh semangat untuk semua pembaca tulisan ini.

Sumber :artikelmu.com



Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader

Kapan Kita Saling Menasehati...Saudaraku...

0 komentar

AlhamdulilLLAH..Belakangan ini Qurrata~A'yun selalu dikunjungi oleh seorang Saudara yang sepertinya tidak mau dikenali identitasnya...Ga maslah..toh Bliau berkunjung untuk memberi nasehat pada Kami. MasyaALLAH...sopan sekali tutur katanya dan sangat menarik untuk Kami mengambil pelajaran padanya..maka itu sungguh Kami posting tulisan ini sebagai hadiah terkhusus untuk Saudara Kami dan seluruh umat Muslimin..Kapan Kita Saling Menasehati..Saudaraku...

Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna, selalu ada kelemahan dan kekurangannya.Setiap manusia mesti mempunyai kesalahan dan sebaik-baik mereka adalah yang bertaubat kepada Allah,menyadari kesalahannya, lalu menyesal dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Oleh karena itu, nasehat-menasehati menuju kebenaran harus digalakkan,bagi yang dinasehati seharusnya ia berterima kasih kepada orang yang telah menunjukkan kekurangan dan kesalahannya, hanya saja hal ini jarang terjadi.

Pada umumnya manusia tidak suka dipersalahkan, apalagi kalau teguran itu disampaikan kepadanya dengan cara yang tidak baik.Maka seorang pemberi nasehat haruslah mengetahui metode yang baik agar nasehatnya dapat diterima oleh orang lain.Di antara metode nasehat yang baik adalah memberi nasehat kepada orang lain secara rahasia, tanpa diketahui oleh orang lain.

Dalam kesempatan ini kami nukilkan penjelasan para ulama tentang adab yang satu ini.

A. NASEHAT PARA ULAMA TENTANG "MENASEHATI SECARA RAHASIA"

Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah (wafat tahun 354 H) berkata:"Nasehat itu merupakan kewajiban manusia semuanya, sebagaimana telah kami sebutkan sebelum ini,tetapi dalam teknik penyampaiannya haruslah dengan secara rahasia, tidak boleh tidak,karena barangsiapa yang menasehati saudaranya di hadapan orang lain, maka berarti dia telah mencelanya,dan barangsiapa yang menasehatinya secara rahasia, maka berarti dia telah memperbaikinya.

Sesungguhnya penyampaian dengan penuh perhatian kepada saudaranya sesama muslim adalah kritik yang membangun,lebih besar kemungkinannya untuk diterima dibandingkan penyampaian dengan maksud mencelanya."

Kemudian Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah menyebutkan dengan sanadnya sampai kepada Sufyan, ia berkata:
"Saya berkata kepada Mis'ar, "Apakah engkau suka apabila ada orang lain memberitahumu akan kekurangan-kekuranganmu?"Maka ia berkata, "Apabila yang datang adalah orang yang memberitahukan kekurangan-kekuranganku dengan cara menjelek-jelekkanku,maka saya tidak senang, tetapi apabila yang datang kepadaku adalah seorang pemberi nasehat, maka saya senang."

Kemudian Imam Ibnu Hibban berkata bahwa Muhammad bin Said Al-Qazzaz telah memberitahukan kepada kami,Muhammad bin Manshur telah menceritakan kepada kami, Ali Ibnul Madini telah menceritakan kepadaku, dari Sufyan,ia berkata: Thalhah datang menemui Abdul Jabbar bin Wail, dan di situ banyak terdapat orang,maka ia berbicara dengan Abdul Jabbar menyampaikan sesuatu dengan rahasia, kemudian setelah itu beliau pergi.

Maka Abdul Jabbar bin Wail berkata,"Apakah kalian tahu apa yang ia katakan tadi kepadaku? Ia berkata, 'Saya melihatmu ketika engkau sedang shalat kemarin sempat melirik ke arah lain'."

Abu Hatim (Imam Ibnu Hibban) rahimahullah berkata:"Nasehat apabila dilaksanakan seperti apa yang telah kami sebutkan, akan melanggengkan kasih sayang, dan menyebabkan terealisasinya hak ukhuwah." 1)

Al Imam Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said Ibnu Hazm rahimahullah (wafat tahun 456 H) berkata:"Maka wajib atas seseorang untuk selalu memberi nasehat, baik yang diberi nasehat itu suka ataupun benci, tersinggung atau tidak tersinggung.
Apabila engkau memberi nasehat, maka nasehatilah secara rahasia, jangan di hadapan orang lain,dan cukup dengan memberi isyarat tanpa terus terang secara lansung, kecuali apabila orang yang dinasehati tidak memahami isyaratmu, maka harus secara terus terang.jika engkau melampaui adab-adab tadi, maka engkau orang yang zalim, bukan pemberi nasehat,dan gila ketaatan serta gila kekuasaan, bukan pemberi amanat dan pelaksana hak ukhuwah.

Ini bukanlah termasuk hukum akal dan hukum persahabatan, melainkan hukum rimba, seperti seorang penguasa dengan rakyatnya, dan tuan dengan hamba sahayanya." 2)
Imam Ibnu Rajab rahimahullah (wafat tahun 795 H) berkata:"Al Fudhail (wafat tahun 187 H) berkata,"Seorang mu'min menutup (aib saudaranya) dan menasehatinya sedangkan seorang fajir (pelaku maksiat) membocorkan (aib saudaranya) dan memburuk-burukkan."

Apa yang disebutkan oleh Al Fudhail ini merupakan ciri antara nasehat dan memburuk-burukkan.Yaitu bahwa nasehat itu dengan secara rahasia, sedangkan menjelek-jelekkan itu ditandai dengan penyiaran.
Sebagaimana dikatakan, "Barangsiapa mengingatkan saudaranya di tengah-tengah orang banyak, maka ia telah menjelek-jelekkannya."
Begitulah kurang lebih maknanya.

Dan orang-orang salaf membenci amar ma'ruf nahi munkar secara terang-terangan, mereka suka kalau dilakukan secara rahasia antara yang menasehati dengan yang dinasehati,dan ini merupakan ciri nasehat yang murni dan ikhlas karena si penasehat tidak mempunyai tujuan untuk menyebarluaskan aib-aib orang yang dinasehatinya,ia hanya mempunyai tujuan menghilangkan kesalahan yang dilakukannya.

Sedangkan menyebarluaskan dan menampakkan aib-aib orang lain, maka hal tersebut termasuk yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui." (Surat An-Nuur: 19)

Dan hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan menutup aib seorang muslim tidak terhitung banyaknya." 3)
Ada sebuah syair yang dinisbahkan kepada Imam Syafi'i rahimahullah (204 H), syair itu berbunyi:
"Hendaklah engkau sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian
Hindarilah memberikan nasehat kepadaku di tengah khalayak ramai
Karena sesungguhnya memberi nasehat di hadapan banyak orang
Sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya
Jika engkau menyalahi saya dan tidak mengikuti ucapanku
Maka jangalah engkau kaget apabila nasehatmu tidak ditaati." 4)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin hafizhahullah berkata:
"Perlu diketahui bahwa nasehat itu adalah pembicaraan yang dilakukan secara rahasia antaramu dengannya,karena apabila engkau menasehatinya secara rahasia dengan empat mata, maka sangat membekas pada dirinya, dan dia tahu bahwa engkau pemberi nasehat,
tetapi apabila engkau bicarakan dia di hadapan orang banyak,maka besar kemungkinan bangkit kesombongannya yang menyebabkan ia berbuat dosa dengan tidak menerima nasehat,dan mungkin pula ia menyangka bahwa engkau hanya ingin balas dendam dan mendiskreditkannya serta untuk menjatuhkan kedudukannya di mata manusia sehingga ia tidak menerima isi nasehat tersebut.
Tetapi apabila dilakukan secara rahasia antara kamu dan dia berdua, maka nasehatmu itu amat berarti baginya, dan dia akan menerima darimu." 5)

B. KAPAN DIBOLEHKAN MEMBERI NASEHAT DI HADAPAN ORANG LAIN?


Saudara-saudaraku! Walaupun demikian ada beberapa perkecualian yang membolehkan atau mengharuskan seseorang untuk menasehati orang lain di depan orang banyak.
Salah seorang khatib dan imam masjid di kota Al-Khubar, Saudi Arabia dalam salah satu khutbah Jum'atnya mengatakan:"Ummat Islam, mereka itu memiliki kehormatan dan harga diri, oleh karena itu haruslah kita menjaga hak-hak dan kehormatan mereka,
haruslah kita memelihara perasaan mereka, tetapi kadang-kadang sesuatu nasehat yang akan engkau sampaikan kepada orang lain apabila engkau tunda,maka akan terlambat, maka harus sekarang juga engkau menasehatinya sebelum terlambat.
Contohnya, sebagaimana terdapat dalam Shahih Muslim (Juz 6 hal. 142-143 no. 58 (875), pent) dari Jabir radhiallahu 'anhu bahwasanya ia berkata:

Sulaik Al Ghathafani datang (ke masjid) hari Jum'at dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sedang duduk di atas mimbar (dalam riwayat lainnya dari Imam Muslim juga, beliau sedang berkhutbah, pent),maka Sulaik langsung duduk tanpa shalat terlebih dahulu, maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya.

"Apakah engkau telah melaksanakan shalat dua rakaat?" Ia berkata, "Belum," maka beliau memerintahkan kepadanya, "Bangunlah dan shalatlah dua rakaat!"

Ini bukanlah sedang memburuk-burukkan atau menyiarkan kesalahan orang tersebut, karena saat itu adalah waktu yang tepat untuk menasehatinya,apabila dibiarkan, maka akan terlewatkan, karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memerintahkan setiap muslim yang masuk ke dalam masjid agar shalat dua rakaat terlebih dahulu sebelum ia duduk.
Perintah tersebut mengharuskan untuk dilaksanakan pada saat itu juga tidak bisa ditunda sampai selesai shalat Jum'at.
Akan tetapi apabila memungkinkan bagimu untuk menunda nasehat sampai selesainya majelis,lalu engkau menasehati seseorang di hadapan orang lain di majelis tersebut, maka hal itu tidak benar."

Penyusun menambahkan dari contoh lain.

Pernah terjadi di masa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam seorang yang makan menggunakan tangan kirinya,maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menegurnya, "Makanlah dengan tangan kananmu!" Orang tersebut menjawab, "Saya tidak dapat,"
maka beliau mendo'akan keburukan untuknya dengan mengatakan, "Semoga engkau tidak dapat,"maka langsung saja tangan orang tersebut lumpuh sehingga tidak dapat memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Orang tersebut tidak mau mentaati perintah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam karena sombong. (lihat kisah ini dalam Shahih Muslim no. 2021)

Syaikh Salim Al-Hilali mengatakan tentang fiqh hadits di atas, di antaranya:
"Boleh menasehati seseorang di hadapan orang banyak apabila di dalamnya terdapat kebaikan bagi semuanya." 6)
Apabila terhadap teman, kita harus memiliki adab yang baik dalam menegur kesalahannya, maka lebih-lebih lagi apabila kita hendak menegur kesalahan seorang guru.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah berkata :
"Apabila seorang penuntut ilmu mendapatkan gurunya berbuat kesalahan maka janganlah menyebutkan kesalahan tersebut dengan terus terang,tetapi betulkanlah kesalahan dia dengan cara bertanya dan bersikap sebagai seorang siswa terhadap gurunya,dan berbuat demikianlah dengan cara berulang-ulang sampai terang bagi sang guru mana yang benar, karena kebanyakan manusia apabila engkau tegur secara lansung kesalahannya,kecil sekali kemungkinannya untuk rujuk, berat bagi dia untuk mengakui kesalahannya,
kecuali orang yang dapat menguasai dirinya dan menghiasinya dengan akhlak yang terpuji, maka dia tidak tersinggung apabila pendapat dia dikritik, dan kesalahannya ditegur secara langsung,dan tipe orang seperti ini jarang sekali, hanya dengan taufiq Allah-lah kemudian dengan melatih jiwa untuk menekan gengsi, barulah orang tersebut akan mempunyai jiwa besar dengan mengakui kesalahannya dan rujuk kepada kebenaran." 7)

Dalam halaman lain, beliau berkata:
"Apabila sang guru berbuat kesalahan dalam suatu hal, maka hendaklah seorang penuntut ilmu menegurnya dengan penuh lemah lembut sambil memperhatikan situasi dan kondisi,janganlah mengatakan kepadanya, "Engkau telah berbuat salah!" atau "Sesungguhnya yang benar bukan seperti yang engkau katakan!",tetapi hendaklah menegurnya dengan kata-kata yang sopan, menjadikan seorang guru sadar akan kesalahannya tanpa ada rasa gusar di hatinya,karena cara seperti ini merupakan keharusan dalam bersikap terhadap seorang guru,juga cara seperti ini lebih mengena untuk sampai kepada kebenaran,karena sesungguhnya kritikan yang disertai dengan adab yang buruk membuat hati orang yang dikritik menjadi gusar sehingga akan menghalanginya untuk dapat menangkap pemahaman yang benar dan menghalanginya untuk mengetahui maksud baik orang yang menegurnya."

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya oleh seseorang :

"Apakah yang harus saya lakukan terhadap salah seorang guru ketika ia salah dalam pendapatnya,khususnya dalam mata pelajaran dien Al Islam dan saya tahu dengan pasti jawaban yang benar?"
Maka Syaikh menjawab:
"Ini pertanyaan yang penting di mana kita dapatkan bahwa sebagian dari para guru tidak mau dikoreksi oleh siapa pun, meskipun ia berbuat kesalahan yang banyak.
Sikap yang demikian tidaklah benar, karena setiap manusia tidak lepas dari kesalahan, dan manusia apabila berbuat kesalahan lalu ditegur,maka itu merupakan nikmat Allah yang Ia berikan kepadanya, supaya manusia tidak tertipu disebabkan kesalahannya.

Akan tetapi bagi siswa haruslah mempunyai kecerdikan, janganlah menegurnya di hadapan siswa-siswa yang lain,karena hal ini menyalahi adab, tetapi tundalah sampai selesai pelajaran (secara empat mata),apabila sang guru tadi menerimanya, maka ia harus menyampaikan ralatnya di hadapan para siswa pada pelajaran berikutnya,dan apabila tidak menerimanya, maka si siswa harus menyampaikan koreksiannya di hadapan siswa-siswa yang lain pada pelajaran berikutnya,sambil mengatakan misalnya bahwa ustadz pernah menyampaikan begini dan begitu, dan ini adalah tidak benar." 8)

Maka Saudaraku...kuucapkan JazaakumulLAH Khairan atas semua nasehat2nya...

Footnote;
1 Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala, hal. 328-329
2 Al Akhlak wa As Siyar fi Mudaawaati An Nufus, hal. 45
3 Al Farqu baina An Nashihah wa At Ta'yiir, hal. 28-29
4 Diwan Asy Syafi'i, hal. 56
5 Syarah Riyadhus Shalihin, juz 4 hal. 483
6 Bahjatun Naadzirin, juz I hal. 240
7 Al Mu'in 'ala Tahshili Aadaabil 'Ilmi wa Akhlaakil Muta'allimiin, hal. 33-34
8 Kitabul 'Ilmi, hal. 160-161




Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader